Uncategorized

(Catatan Hari Sabtu) Boleh Gila, Goblok Jangan

Media sosial, wadah yang tepat bagi manusia yang ingin keberadaannya diakui, diabadikan, dan diberikan komentar. Wadah untuk pamer dan hiburan, begitu kilah mereka. Jika mellihat sejenak ke belakang, beberapa saat yang lalu kita pernah dihebohkan dengan tren aneh yang disebut dengan virus kekinian. Kekinian datang menyerang semua lini, tua muda berlomba untuk mengikuti gaya yang katanya mendunia.
Lantas bolehkah saya bertanya apa tujuannya? Untuk kepentingan pamer? Jelas, media sosial diciptakan sebagai wadah pamer. Tapi bukankah akan terlihat sangat norak bahkan memalukan, jika apa yang kita pamerkan adalah hasil tiru-tiru yang sama sekali tidak pantas untuk dipublikasikan. Apa kamu ndak malu dibilang tolol karena sekedar membagikan foto dan komentar tanpa memilah-milah terlebih dahulu?
Sudahlah jangan terlalu keras kepala dan membela diri. Saya juga bukan orang yang pandai dan bijak menggunakan sosial media. Sayapun masih seringkali memamerkan perjalanan traveling, gambar random, disertai dengan caption yang tidak mendidik sama sekali. Iya, saya dan kalian sama. Tapi setidaknya sekali lagi saya belajar tentang apa pentingnya mengikuti sebuah gaya dan kekinian? Ditambah lagi jika modal untuk mengikutinya masih dengan meminta pada orang tua. Ingat, bapakmu tidak membanting tulang untuk kebutuhan pamer dan gaya kekinianmu nak!
Yang harus dipahami adalah, kekinian tidak dapat diartikan sama dengan istilah keren. Selalu ada sisi baik dan buruk, putih dan hitam di balik tren kekinian yang sedang berkembang. Dan kita sebagai manusia, bijaklah dalam mengikuti arus. Jangan sampai gaya kekinian yang kita ikuti membuat kita tampil semakin dungu, tolol, dan norak.
Jika kita ingin dikenal dengan banyak orang, kenapa tidak lewat kekinian yang positif? Bikin karya misalnya. Kita bisa bebas menuliskan isi hati dengan gaya tulisan yang sopan dan menginspirasi orang lain. Jika orang lain tertarik dengan tulisan kita, bukankah kita juga akan cepat menjadi terkenal karenanya?
Sekali lagi ini bukan perkara benar atau salah. Ini hanya tentang opini seorang pengguna sosial media yang mulai resah dengan orang-orang yang terbawa arus kekinian secara cuma-cuma. Tidak ada salahnya mengikuti hal-hal yang kekinian, selama itu adalah hal yang membuatmu menjadi berkembang kemudian. Ingatlah, jadi terkenal karena berlaku dungu untuk menarik perhatian bukanlah hal yang membanggakan. Kalau ingin terkenal, berkarya dan lakukan hal-hal yang membuatmu bisa dibanggakan.
Kamu boleh gila, tapi tolong jangan tolol apalagi bego!
Alif | 21/01/2016
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s